Judulnya menyemangati diri sendiri….!!!!!!

Jalan menuju sebuah kemenangan bukanlah jalan yang lapang tanpa duri, tidak seperti jalan tol yang mulus hingga membuat kendaraan kita bisa melaju dengan cepat… Selalu ada gangguan di kanan kiri,… Baru menetapkan goal saja belumlah cukup, diperlukan azzam super kuat agar kita bisa istiqomah melangkah… “Faidza’azzamta fa tawakkal alalloh”, “apabila sudah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Alloh”.  Selanjutnya do’a & tentu saja ikhtiar yang maksimal….. Entah bagaimana hasilnya nanti? Biar Alloh SWT saja yang menilai…Ikhlaskan segenap ikhtiar kita hanya untuk meraih cinta-NYA, meraihRidho-NYA…

Bismillah,….. Keep Istiqmah mi….^_^

Batam itu…. Unique buangets…

Batam itu…… Unique Buanget….ss.. Terutama soal cuacanya… Ya ya, soal cuacanya yang ngga mudah diprediksi….. Panas hujan, datang  dan pergi semau sendiri….. Ngga kenal musim pokoknya mah. End then harus sedia payung di dalam tas, ngga peduli cuaca pas berangkat dari rumah mendung atau cerah, disarankan payung harus selalu dibawa……Maka, kita harus jeli memandang langit, menerka-nerka ke arah manakah gumpalan awan hitam akan berlabuh….  Kalo di Muka Kuning terang benderang, di Batu Aji belum tentu,.. bisa jadi disana sedang hujan, hujan deras sederas-derasnya… Seperti cerita tadi pagi…., Kamis pagi itu jadwalnya ke Ma’had,… Berangkat bareng temen dari Muka Kuning, cuaca terang benderang,…. Utuk-utuk-utuk naek metro jurusan RS,.. pas nyampe di daerah Merapi, hujan deras mengguyur sudah,… bukan hanya deras, tapi deres buangets…..  Gelap…!! Jarak pandang ngga sampe 10 m.. Jadilah seru-seruan di angkot,…hehe,..^_^ Atur-atur strategi,”gimana caranya pas nyampe ma’had kita ngga basah kuyup??”. Padahal problemnya seru juga>>> “Kita berdua kelupaan bawa payung….Haruskah kita menunggu di emperan toko sampai hujan reda baru kemudian ke Ma’had?? Atau,….blablabla ( Sambil berucap “Allohumma shoyiban nafii’an” juga berdo’a & berharap>> “Mudah-mudahan abang sopir angkotnya baik, bersedia mengantar kami sampai di depan pintu Ma’had!!”. (cz, naek angkot RS yang tujuannya melebihi pasar Aviari itu untung-untungan pemirsa,….: kalo supirnya baik, kita bisa diantar sampe Mitra Mall, tinggal nyebrang sampe dech ke Ma’had, tapi kalo ngga, ya kita turun di Pasar Aviari, trus jalan dech kurang lebih 100 m untuk nyampe ke ma’had. Nah, ini kondisinya hujan, jangankan untuk jalan kaki dari  Aviari, hanya nyebrang saja pun kita pasti udah basah kuyup???!!…, dalam kondisi hujan super deras seperti ini, tidak ada yang lebih diharapkan selain kebaikan hati Abang sopir angkot,..^_^)

 

bersambung…

 

When I’ve found the Miracle of a little circle…..

.. Lingkaran kecil ini begitu ajaib!!!!… Dengan indahnya menyatukan kami, menyatukan kami yang tadinya tidak kenal menjadi saling kenal.. Bukan hanya saling kenal namun juga mencoba memahami satu sama lain…. Pernahkah terbayangkan, bagaimana rasanya menjalin ikatan dengan sahabat-sahabat yang berasal dari berbagai suku, dari berbagai latar belakang yang berbeda… Ya…, ya, ternyata inilah yang lingkaran kecil lakukan…!! Bagaimana ikatan ukhuwah ini terjalin begitu mesra ;Padang, Medan, Sunda , Jawa dan Palembang menyatukan kami dalam sebuah lingkaran kecil… Sungguh, betapa indah kurasa….!! Bagaimana bisa, seorang ibu rumah tangga berlatar belakang sarjana teknik, ibu guru, karyawan swasta, wirausahawati menjalin sebuah ikatan ukhuwah… Ya, inilah yang lingkaran kecil lakukan!! Lingkaran kecil,lingkaran tarbiyah. Ya…, Tarbiyahlah yang mempertemukan kami,……… Tarbiyahlah yang menyatukan kami……….Uhibbukunna fillah………^_^

Pe eR kita………..

Ini kisah nyata lo, gara-gara obrolan siang  tadi….

Balada Pengantin Baru….

Seorang perempuan muda yang baru beberapa hari menikah & tinggal di rumah suaminya mendapat kunjungan dari keluarganya , ayah tercinta & 2 orang adik kandungnya. Obrolan hangat segera terjalin di antara 2 keluarga ini. Sampai pada saat sang adik mempelai perempuan itu meminta izin untuk mengajak kakaknya bepergian sejenak, jalan-jalan keluarga karena beberapa hari lagi sang adik hendak kembali ke tempat bekerjanya yang nun jauh di seberang pulau sana (semenjak pulkam beberapa hari yang lalu, ia belum sempat rekreasi bersama karena disibukkan urusan persiapan pesta pernikahan. Sangat wajar kalau sang adik rindu, rindu berkumpul & melakukan aktifitas santai sekeluarga).. Obrolan agak panas pun terjadi.. Hm… Sang ibu mertua menasihati besannya tentang pantangan orang yang baru saja menikah.. Kurang lebih seperti ini dialognya :

Ibu mertua : “Sekarang hari minggu kan?” (sambil berfikir, menghitung…) “ndak, ndak boleh pergi”.. Sekarang itu hari Minggu Pahing, hari naas,., ndak boleh pergi pokoknya, apalagi ini belum 40 hari, yen manten anyar iku ora oleh bepergian sebelum 40  hari.” 

Ayah kandung : “Pangapunten, Minggu Pahing hari naas itu maksudnya bagaimana to bu?”

Ibu Mertua  :  “Minggu Pahing itu hari meninggalnya suami saya, bapaknya menantu sampean. Jadi ya di rumah saja, ndak boleh pergi di hari tersebut, takutnya nanti terjadi apa-apa.”  Terus tambahan lagi, kalau sudah jadi anggota keluarga disini juga ndak boleh bepergian di hari Rabu Wage,.. itu juga hari naas,..”

Saat si ibu mertua beranjak pergi ke belakang,.. Anak sulung sang Ayah yang baru menikah pun bercerita,  ya,.. bercerita tentang pengalamannya beberapa hari tinggal di rumah suaminya; “Disini itu setiap hari Kamis sore (malam Jum’at), pekarangan rumah sudah harus disapu bersih, katanya untuk menyambut almarhum bapa yang mau berkunjung,.. Kemudian si ibu menyiapkan segelas kopi & ditaruhnya diatas meja,  untuk hidangan si Bapa yang mau datang. Selain pekarangan yang disapu bersih, ba’da Ashar semua penghuni rumah harus sudah resik,sudah mandi, ya lagi-lagi untuk menyambut kedatangan si Bapa. Menjelang  Magrib semua penghuni rumah harus  segera keluar, karena rumah harus dalam keadaan kosong, untuk apalagi kalau bukan untuk menyambut kedatangan si Bapa. Jadilah semua yang tinggal di rumah pergi ke surau dan baru pulang lepas Isya.” 

Sang Ayah juga kedua adiknya hanya mesem-mesem, geleng-geleng kepala… Dalam hatinya mungkin terbesit “Kasian sekali ya anak sulungku ini, baru beberapa hari jadi menantu saja sudah dilarang ini, dilarang itu, harus begini harus begitu…”. Singkat cerita, demi menjalin ukhuwah dan menghindari percekcokan, juga menjaga perasaan ibu mertua, sang anak sulung mengalah tak jadi pergi….

*****

Ya… Begitulah potret sebagian masyarakat kita.. Masih terbelenggu tradisi adat yang tanpa disadari membuat distorsi dalam aqidah…! Pe eR kita bersama untuk sedikit demi sedikit mengikis kebiasaan ini… Tentunya dengan sebaik-baik cara…       “Bil hikmah wal mauidhoh hasanah”…..^_^

Selalu ada hikmah dalam setiap peristiwa.. Sekecil apapun itu…

Selalu ada manfaat dalam setiap kebaikan, sekecil apapun kebaikan itu,…

Selalu ada keceriaan, kebahagian, dalam sebuah pertemuan, ya pertemuan dengan saudara-saudara seiman, pertemuan dengan saudara-saudara yang mengikrarkan diri hidup di jalan dakwah…..

Selalu ada kesan dalam setiap rangkaian usaha menjalin eratnya ukhuwah…..

Kemudian, rindu itupun datang…. ya….! Rindu pada senyuman saudari-saudariku nun jauh di seberang pulau sana…. Saudari-saudari yang dulu kutemui di setiap pekan!! Tentang nasihat,canda tawa, juga tentang indahnya berbagi beban bersama…..

Do’a,…. ya, ya, do’a… itu hal terbaik yang kini bisa aku lakukan untuk mereka….Semoga mba, teteh-teteh, kakak-kakak, juga ibu senantiasa dalam lindungan Alloh SWT…..Aamiin,,,,

HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……………………………………………………………………………………AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA………………………………………………………….AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…………………………….

(?) Kenapa mi??

(=) ngga,.. cuman pengen teriak aja………^_^

(?) ………..^–^ (tanda tanya?????tanda tanya?????tandatanya???1000x) 

:( Mumetttddd…. Suntukkkkk….Pusing,……!! CIYUSSS???

Mumet!!Suntuk!!! Pusing???

Apa yang temen-teman lakukan ketika virus-virus di atas datang menyerbu???… Sebagai seorang manusia yang normal, maka hal yang normal jika dalam suatu waktu kita dihadapkan pada posisi yang “Mumet”, “bingung”, “pusing”…. Yupz,,,,, mungkin karena beban pekerjaan, problem keluarga, banyaknya aktivitas, atau amanah yang menunggu diselesaikan, hmmm… yang terkadang membuat kita seakan memikul sebuah gunung yang sedemikian besarnya…… Dan… akhirnya virus itu pun menyerbu… “cenut-cenut-cenut….”.. terkadang   kita secara reflek garuk-garuk kepala, padahal sebenarnya kepala kita sama sekali sedang tidak gatal?? (yang kata orang Sundanya mah “gagaro tapi teu ateul,…..^_^, ngga nyambung ya??? Ya maklum namanya juga lagi suntuk…)

Teyuss….,… yang pastinya saya pribadi tentunya juga terkadang dihadapkan pada kondisi seperti ini……. So,….. biar mood segera menjadi baik…>>>>> kira-kira inilah yang saya lakukan:

>> Segera berwudlu (biar bisikan2 syetan ogah mampir di telinga kita)

>> Senyum…….^_^,,  (Ciyus…., hal sederhana ini bisa merubah mood!!! Ga’percaya, coba aja ndiri….^_^)

>> Kalo ngga memungkinkan untuk baca Qur’an (karena ada aktivitas yang dikerjakan/ada tugas yang sedang diselesaikan), bisa muroja’ah hafalan /dengerin murotal….^_^

>> Hmm…. selalu sediakan buah-buahan/makanan ringan + air mineral yang cukup … (mumet itu kan berarti otak kita sedang bekerja= berfikir!! So, sediakanlah sumber energi yang baik biar bisa bekerja dengan potimal, eh 0ptimal…^_^)

>> Tarik nafas perlahan,… tahan,…hembuskan… hhhhhhhhhh……….hmmmmmmmm…>>> Lumayan lega kan?? (tentunya penting juga agar kita berada di tempat/ ruangan dengan sirkulasi udara yang baik, biar kita ngga semakin mumet, biar kita ngga kehabisan nafas, biar otak kita mendapat pasokan oksigen yang cukup…, biar…..)

>> Menulis……. (Haha…. seperti yang sedang saya lakukan sekarang,.. menulis artikel singkat  ini,…^_^, Yupz judulnya curu-curu, eh curi-curi ….!!! Ya, curi-curi waktu di tengah sibuknya otak yang sedang berjuang menemukan solusi….) Jadi ketauan  dech,…!! Tapi ciyus,… Alhamdulillah, sekarang udah ngga semumet tadi,…yes, yes, yes…. >>

End then,…. sekarang tiba saatnya untuk …>>>”makan”, ya ya makan….. laper…(pan udah dibilangin, mumet itu mikir, mikir itu menguras energi otak, menguras energi itu ya… bikin laper….!!  Alhamdulillah di kulkas masih ada mangga..^_^)… Setelah itu dilanjut mikir lagi,… sambil ngetik-ngetik lagi,.. nyicil nyelesein tugas2 lagi…. Ditemani murotal juz 29+30, yang volumenya harus dibesarkan  biar ngga kalah dari suara hujan deras yang sedang mengguyur……

Oya,… terakhir kalo perlu teman curhat, sebaik baik teman curhat adalah…..>>> teman curhatnya nabi Ya’qub AS saat ia sedang dilanda rindu yang demikian hebat pada putra tercintanya Yusuf AS >> “..Sesungguhnya hanyalah kepada Alloh aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku…” (Innamaa asykuu batstsii wa huznii ilallooh…, QS.Yusuf :86)…

^_^

14:59

10 November 2012

@Dormitory bersama rintik-rintik hujan….

Bikin Paspor…? Ribet ngga sich…?

Bikin paspor…? Ribet ngga sich….?

Yupz… ini  sekedar berbagi pengalaman saat  beberapa bulan yang lalu mengurus pembuatan paspor… Ternyata mengurus paspor mudah koq, yang penting mah kita tau prosedurnya aja. Biayanya juga terjangkau, ya kecuali kalo pake jasa calo, biayanya bisa lebih dari 2x lipat harga normal…

Pertama-tama kita harus mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Dokumen tsb adalah :

  1. KTP (Asli+Fotocopy)
  2. Kartu Keluarga (Asli+Fotocopy)
  3. Akte lahir/Ijazah (Asli + Fotocopy)

Selanjutnya tinggal melakukan registrasi ke Kantor Imigrasi setempat.. Bagi yang berdomisili di Batam, kantor imigrasi berlokasi di Jl.Engku Putri-Batam Centre (samping Gedung Kantor Walikota).. Bagi yang berdomisili di Cirebon, kantor imigrasi berlokasi di Jl.Sultan Ageng Tirtayasa (kalo dari arah Sumber jalan lurus aja ke arah kota, sampai di perempatan Mountoya, belok kiri ke arah Kedawung. Selanjutnya  susuri saja jalan tsb, kantor imigrasi ada di sebelah kiri jalan). Bagi yang berdomisili  di tempat lain, silahkan tanya aja Si Mbah Google…^_^

Oya,… prosedur pengurusannya seperti ini :

  1. Registrasi & Mengisi Formulir permohonan pembuatan Paspor (bisa On line/datang langung ke tempat. Bagi yang tidak mendaftar online, formulir permohonan paspor diperoleh di koperasi kantor imigrasi. Harganya Rp.10.000 saja)
  2. Pembayaran , Foto, Pengambilan sidik jari, tanda tangan & wawancara dengan petugas
  3.  Pengambilan paspor

Detailnya sebagai berikut  :

1.  REGISTRASI

  • Untuk yang mendaftar langsung : >> Mengambil nomor antrian Loket 1 untuk memasukkan berkas formulir permohonan pembuatan paspor. Di kantor imigrasi Batam, pengambilan nomor antrian dibatasi sampai jam 10 pagi saja. Disarankan datang sepagi mungkin agar mendapat nomor antrian awal. Berkas diserahkan setelah mendapat panggilan sesuai nomor urut antrian. Di tahap ini, yang diserahkan adalah berkas fotocopy. Namun, dokumen asli pun harus tetap dibawa untuk kepentingan ferivikasi dokumen. Selanjutnya petugas akan memberikan surat tanda terima berkas & undangan untuk proses selanjutnya.. Undangan 2 hari kerja setelah tanggal memasukkan berkas.
  • Untuk yang mendaftar Online >> Silahkan kunjungi http://www.imigrasi.go.id >> Untuk email address Kantor imigrasi Batam : kanim_batam@imigrasi.go.id >> Kelebihannya untuk yang mendaftar online, selain ngga perlu membayar biaya pembelian formulir, juga ngga usah ribet2 mengambil nomor antrian untuk memasukkan berkas. Pemohon bisa langsung datang untuk melakukan pembayaran, foto , dll.
  • Catatan penting pada saat pengisian formulir permohonan pembuatan paspor : >> Bacalah dengan teliti semua kolom yang harus diisi >> Untuk  nama pemohon, bagi paspor yang akan digunakan untuk keperluan haji/umroh, Nama pemohon harus terdiri dari minimal 3 suku kata. Misal : Emi Rohmah binti Masturo… Belajar dari pengalaman saya kemarin, karena hanya mengisi “Emi Rohmah” saja di kolom nama pemohon, begitu proses wawancara, harus menyertakan dokumen tambahan berupa surat pernyataan di atas materai. Paspornya pun diajukan ulang ke kantor pusat, jadi yang seharusnya 4 hari kerja setelah wawancara paspor sudah  bisa diambil, karena ada miss di pengisian formulir, harus menunggu ferivikasi dari kantor pusat dulu. >>Untuk alamat  di paspor, alhamdulillah karena sekarang sudah zamannya serba digital, kita bisa mengurus pembuatan paspor dimana saja. Seperti berkas yang saya ajukan, KTP & KK  alamatnya Cirebon tapi bisa mengajukkan permohonan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Batam.

2.  Pembayaran, Foto, Sidik jari, Tanda Tangan & Wawancara (di hari yang sama)

  • Mengambil nomor antrian pembayaran paspor (bagi yang mendaftar langsung, ditukar dengan tanda terima serah terima  berkas. Bagi yang mendaftar online, ada loket khusus) >> Biaya pembuatan paspor hanya Rp.255.000 saja. Setelah membayar , kembali mengantri untuk pengambilan foto, sidik  jari, tanda tangan & wawancara..

3.  Pengambilan Paspor

  • Paspor bisa diambil 4 hari kerja setelah wawancara. Seperti biasa, dengan terlebih dahulu mengambil nomor antrian pengambilan paspor di loket informasi.  Pengambilan paspor ini bisa diwakilkan ke orang lain dengan syarat menyertakan surat kuasa dari pemohon..

Nah,… gampang kan?? Namun, ada satu hal yang harus diperhatikan.. Yaitu soal menunggu antrian. Proses ini bisa sangat membosankan. Sebagai contoh, di kantor imigrasi Batam, pada saat pembayaran,pengambilan foto, dll, kalo kita mengambil nomor  antrian pada jam 10 pagi, maka kita baru akan dipanggil sekitar jam 4 sore. So, kalo ngga pengen menunggu lama, ya harus diusahakan datang ke kantor imigrasi sepagi mungkin. Kalo di Batam, kantor imigrasi belum buka saja antrian sudah sedemikian panjang.. Jadi ya siap-siap aja. But, ngga usah khawatir, bagi yang berjiwa kreatif, soal menunggu antrian ini insyaAlloh ngga jadi masalah. Sediakan saja amunisi yang dibutuhkan. Sebagai contoh, bagi yang hobby baca, bawalah buku yang menarik. Yang hobby makan, bwa bekal banyak-banyak…^_^. Yang hobby beronline ria,.. ya bawalah media yang mendukung. Atau bagi yang ngga mau waktunya terbuang percuma, bisa sambil mengerjakan tugas-tugas yang belum selesai (yang mahasiswa bisa sambil menyelesaikan makalah, yang pengusaha bisa sambil menyusun schedule, proposal bisnis, dll).  Kalo saya pribadi mah mengisi waktunya dengan baca buku, mengamati orang-orang di sekitar, ngobrol-ngobrol sama para pemohon yang lain. Malah ada hal menarik pas menunggu antrian di Kantor Imigrasi Batam: kecuali jam istirahat, ruang antrian selalu padat pemohon. Dan disinilah tempat pertemuan publik warga Batam dari berbagai suku & kalangan. Ada orang Melayu, Flores, Jawa, Padang, Medan, bahkan banyak juga warga keturunan Tionghoa. Dari mulai yang pakaiannya biasa aja, sampai pengusaha yang berkemeja rapi yang selama menunggu antrian ngga pernah lepas dari tablet PC-nya. Ada ibu-ibu yang bawa balita lucu, ada anak sekolah yang mesti izin sejenak dari proses KBM, ada ibu-ibu calon TKW Maalaysia/Singapur, yang paspornya habis & mesti di perpanjang, anak kecil penjual koran,dll. Semua itu sangat menyenangkan….!  Yang paling berkesan adalah bertemu Ukhti Astrid, yang sama-sama berhijab sepertiku,…Beliau sedang mengurus paspor untuk menyusul suaminya yang bekerja di Brunai.. Tuh kan,.. jadi nambah sodara??

Finaly,….. mudah-mudahan bagi temen-temen yang mo buat paspor bisa dapat gambaran singkat prosesnya….^_^

Bagi yang mo nge-share, silahkan, dengan senang hati saya izinkan….^_^

Hikmah hari ini ….: “Belajar dari Kang Asdin”

"Book signing after event >> efek  sampingnya jadi penulis/trainer,....." ^_^Asep Wahidin, “Kang Asdin”, begitulah namanya biasa disebut, lahir 10 Februari 1990. Mau tak mau, suka tak suka, aku harus angkat topi pada adik yang satu ini. Usianya baru 22 th-an, tapi prestasinya sudah luar biasa. Buku “Insan Muda Sukses Paripurna” yang ditulisnya, melalui training-training yang diselenggrarakan kini sudah menyebar mulai dari Aceh hingga Papua. Jam terbang mengisi trainingnya pun lumayan padat. Pekan kemarin di Surabaya & Sumedang, hari ini di Batam, pekan depan di Semarang & Jakarta.

Setelah lulus dari SMK 1 Cimahi, Kang Asdin merantau ke P.Batam dan bekerja di perusahaan tempatku bekerja saat ini. Selain bekerja, ia juga menyempatkan diri untuk nyantri di Pondok Yanbu’ul Qur’an, aktiv di MTA (ta’lim PT, kalau ngga salah dulu sebagai pengurus inti di Div. Pendidikan&Pengkaderan/PSDM), juga mulai merintis bisnis server pulsa yang mengharuskannya bekerja ekstra. Menyebar brosur, berkeliling dormitory di kawasan Muka Kuning, dari mulai Blok.P, Blok.Q, Blok.R, Blok.N, dll. Bisa dibayangkan, jam kerja wajib di PT saja sudah memakan waktu hingga 12 jam dalam sehari, belum lagi waktu yang digunakan untuk aktivitas-aktivitas yang lainnya.. Sebagaimana yang dituturkan Kang Asdin : “Dulu, sepulang kerja jam 7 malam, saya sempatkan diri untuk berkeliling dormitory menyebar brosur door to door sampai jam 10 atau jam 11 malam. Bahkan pernah juga baru pulang jam 12 malam”. Ya,.. Begitulah kalau sudah punya tekad, tak pernah mengenal kata lelah atau bosan, hidup jadi terarah  untuk mencapai cita-cita/tujuan..

Singkat cerita, di tahun 2010, Kang Asdin memutuskan untuk tidak memperpanjang masa kerja di Batam. Ia pulang ke Bandung untuk mulai merealisasikan impian-impiannya… 4 Impian besar yang ia tulis saat itu :

1. Menjadi Da’i Muda/Trainer/Motivator Nasional

2. Menjadi Penulis Buku Best Seller

3. Menjadi Entrepreneur Muda

4. Membangun Pondok Pesantren..

Dan kini, di waktu yang relatif singkat, di tahun 2012,… impian-impianya satu demi satu mulai terwujud.. Training Insan Muda Sukses Paripurnanya sudah diselenggarakan di berbagai tempat di Indonesia. Mulai dari Bandung, Jakarta, Padang, Aceh, Batam, Surabya, Madura, Makasar, dsb.. Alumnus peserta trainingnya sudah mencapai 40.000-an. Bukunya pun sudah 4 kali cetak ulang.. Mimpinya menjadi entrepreneur muda alhamdulillah sedang diwujudkan (saat ini sedang mengelola 3 unit bisnis & insyaAlloh segera menyusul bisnis-bisnis berikutnya).. Tentang mimpinya membangun pondok pesantren, insyaAlloh sedang dalam tahap pencapaian.. Sekedar sharing, alhamdulillah kang Asdin sudah berhasil membangun  Masjid Roudhotul Jannah yang berlokasi di depan rumahnya, juga mengelola madrasah yang baru saja di launching bulan Ramadhan kemarin…

Hmm…. pertanyaannya, apa rahasia Kang Asdin bisa mencapai impian-impiannya dalam waktu yang singkat??

Ini sebagian kiat-kiat yang beliau bagikan saat mengisi “Character Building & Leadership Training” di Graha Pena Lt.6  yang digagas CMS (Centre for Madani Studies) Batam :

# SUKSES itu memiliki POLA/KARAKTER >> Memiliki Visi Hidup/Impian/Dream >> Menggali Potensi Terbaik >>   Bermanfaat untuk lingkungan.

# Berawal dari MINDSET >> menjadi PERKATAAN >> menjadi PERBUATAN >> menjadi KEBIASAAN >> menjadi KARAKTER >> menjadi NASIB (Buat yang pernah baca The 7 Habits-nya Stephen R.Covey pasti ngga asing dengan statement ini)..

# RUMUS LEADERSHIP >> C3O2 >> Commitment, Consistent, Continue, Optimis, Optimal

>> Comitment : Hilangkan kata “TAPI…..”, Hilangkan kata ….”JIKA”… Contoh: “Saya ingin sukses,tapi saya kan….”   atau : Saya bisa Sukses jika saya……” (Sesuai dengan salah satu kiat sukses di The Magic of Thinking Big-nya David J.Swartz >> No Excuse, Hilangkan Dalih/Alibi/Alasan.)

>> Continue : Berkelanjutan, Tuntas, Bedanya orang Sukses dan Orang Gagal >> Orang Sukses melanjutkan usahanya hingga tuntas, Orang gagal hanya memulai, memulai, dan terus memulai…. (jadi keingetan Pa Iwan Setiawan, salah satu inspiratorku, bahwa: “Pemenang sejati bukan dikenal atas apa yang berhasil ia mulai, tapi Pemenang Sejati dikenal atas apa yang berhasil ia selesaikan…”)

>> OPTIMAL : Miliki nilai tambah, berikan Level energi 100%, Bekerja di atas standar orang rata-rata..

>> OPTIMIS : Berdo’a, Bersyukur, Tawakkal…

# Menyusun TARGET?? WHY??

  1. Sebagai Petunjuk Arah (simulasinya seperti orang yang naik taksi tapi ngga tau tujuannya kemana??)
  2. Memberikan nilai pekerjaan
  3. Memberikan Kekuatan
  4. Menentukan Prioritas

Kiat selanjutnya…… lebih detail silahkan baca & Ikuti trainingnya…

Semoga bermanfaat…….^_^