“Serpihan – Serpihan itu,,,,,,,”

Menyusun serpihan-serpihan yang terserak…..

Sekarang,…. semuanya hampir jelas sudah

Langit biru cerah itu masih langit yang sama….

Rembulan itu masih rembulan yang sama….

Bintang gemintang itu masih berdiri kokoh di tempat yang sama

Mentari itu masih mentari yang sama….

Ah, arak-arakan awan itu, sungguh membuatku melayang,… menerawang, menembus batas…

Mereka yang menemaniku hingga kini……

Bintang gemintang itu,,,,, yang mengikuti jejak perjalananku, jejak petualanganku…

Hujan deras yang membuatku kuyup,… juga teman yang setia,….

Kicauan burung-burung, nyanyian embun,… juga menjadi saksi…

Sungguh,…. betapa hidup mengajariku banyak hal…

Ketika aku berlari mengejar mimpi….

Terjatuh….

Bangkit….

Terjatuh….

Bangkit….

Terjatuh…

dan aku bangkit lagi…..

Sungguh,…. betapa hidup mengajiriku banyak hal…

tentang cinta… perjuangan.. dan pengorbanan

Sungguh,… betapa hidup mengajiriku banyak hal….

tentang kesetiaan, ketulusan, dan persaudaraan,….

Sungguh, betapa hidup mengajariku banyak hal,…

tentang rindu….tentang asa, tentang cerita….

Sungguh, betapa hidup mengajiriku banyak hal….

meski terkadang harus mengalah,..

meski terkadang harus berurai tangis…

Namun, kekalahan itulah yang membuat aku bangkit…

Tangis itulah yang membuat aku mengerti….

Serpihan-serpihan itu……

membuat aku terbangun….

membuat aku tersadar,…

bahwa,,,, tak ada satu pun yang kebetulan….

semua dalam rencana-NYA, semua dalam kuasa-NYA..

Pedih itu kini berbuah manis….

Tangis itu kini berbuah tawa…

Derita itu kini berbuah ceria…..

Serpihan-serpihan itu…..

Sekarang….

Semuanya hampir jelas sudah

Semuanya hampir jelas sudah

Judulnya menyemangati diri sendiri….!!!!!!

Jalan menuju sebuah kemenangan bukanlah jalan yang lapang tanpa duri, tidak seperti jalan tol yang mulus hingga membuat kendaraan kita bisa melaju dengan cepat… Selalu ada gangguan di kanan kiri,… Baru menetapkan goal saja belumlah cukup, diperlukan azzam super kuat agar kita bisa istiqomah melangkah… “Faidza’azzamta fa tawakkal alalloh”, “apabila sudah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Alloh”.  Selanjutnya do’a & tentu saja ikhtiar yang maksimal….. Entah bagaimana hasilnya nanti? Biar Alloh SWT saja yang menilai…Ikhlaskan segenap ikhtiar kita hanya untuk meraih cinta-NYA, meraihRidho-NYA…

Bismillah,….. Keep Istiqmah mi….^_^

Batam itu…. Unique buangets…

Batam itu…… Unique Buanget….ss.. Terutama soal cuacanya… Ya ya, soal cuacanya yang ngga mudah diprediksi….. Panas hujan, datang  dan pergi semau sendiri….. Ngga kenal musim pokoknya mah. End then harus sedia payung di dalam tas, ngga peduli cuaca pas berangkat dari rumah mendung atau cerah, disarankan payung harus selalu dibawa……Maka, kita harus jeli memandang langit, menerka-nerka ke arah manakah gumpalan awan hitam akan berlabuh….  Kalo di Muka Kuning terang benderang, di Batu Aji belum tentu,.. bisa jadi disana sedang hujan, hujan deras sederas-derasnya… Seperti cerita tadi pagi…., Kamis pagi itu jadwalnya ke Ma’had,… Berangkat bareng temen dari Muka Kuning, cuaca terang benderang,…. Utuk-utuk-utuk naek metro jurusan RS,.. pas nyampe di daerah Merapi, hujan deras mengguyur sudah,… bukan hanya deras, tapi deres buangets…..  Gelap…!! Jarak pandang ngga sampe 10 m.. Jadilah seru-seruan di angkot,…hehe,..^_^ Atur-atur strategi,”gimana caranya pas nyampe ma’had kita ngga basah kuyup??”. Padahal problemnya seru juga>>> “Kita berdua kelupaan bawa payung….Haruskah kita menunggu di emperan toko sampai hujan reda baru kemudian ke Ma’had?? Atau,….blablabla ( Sambil berucap “Allohumma shoyiban nafii’an” juga berdo’a & berharap>> “Mudah-mudahan abang sopir angkotnya baik, bersedia mengantar kami sampai di depan pintu Ma’had!!”. (cz, naek angkot RS yang tujuannya melebihi pasar Aviari itu untung-untungan pemirsa,….: kalo supirnya baik, kita bisa diantar sampe Mitra Mall, tinggal nyebrang sampe dech ke Ma’had, tapi kalo ngga, ya kita turun di Pasar Aviari, trus jalan dech kurang lebih 100 m untuk nyampe ke ma’had. Nah, ini kondisinya hujan, jangankan untuk jalan kaki dari  Aviari, hanya nyebrang saja pun kita pasti udah basah kuyup???!!…, dalam kondisi hujan super deras seperti ini, tidak ada yang lebih diharapkan selain kebaikan hati Abang sopir angkot,..^_^)

 

bersambung…

 

When I’ve found the Miracle of a little circle…..

.. Lingkaran kecil ini begitu ajaib!!!!… Dengan indahnya menyatukan kami, menyatukan kami yang tadinya tidak kenal menjadi saling kenal.. Bukan hanya saling kenal namun juga mencoba memahami satu sama lain…. Pernahkah terbayangkan, bagaimana rasanya menjalin ikatan dengan sahabat-sahabat yang berasal dari berbagai suku, dari berbagai latar belakang yang berbeda… Ya…, ya, ternyata inilah yang lingkaran kecil lakukan…!! Bagaimana ikatan ukhuwah ini terjalin begitu mesra ;Padang, Medan, Sunda , Jawa dan Palembang menyatukan kami dalam sebuah lingkaran kecil… Sungguh, betapa indah kurasa….!! Bagaimana bisa, seorang ibu rumah tangga berlatar belakang sarjana teknik, ibu guru, karyawan swasta, wirausahawati menjalin sebuah ikatan ukhuwah… Ya, inilah yang lingkaran kecil lakukan!! Lingkaran kecil,lingkaran tarbiyah. Ya…, Tarbiyahlah yang mempertemukan kami,……… Tarbiyahlah yang menyatukan kami……….Uhibbukunna fillah………^_^

Pe eR kita………..

Ini kisah nyata lo, gara-gara obrolan siang  tadi….

Balada Pengantin Baru….

Seorang perempuan muda yang baru beberapa hari menikah & tinggal di rumah suaminya mendapat kunjungan dari keluarganya , ayah tercinta & 2 orang adik kandungnya. Obrolan hangat segera terjalin di antara 2 keluarga ini. Sampai pada saat sang adik mempelai perempuan itu meminta izin untuk mengajak kakaknya bepergian sejenak, jalan-jalan keluarga karena beberapa hari lagi sang adik hendak kembali ke tempat bekerjanya yang nun jauh di seberang pulau sana (semenjak pulkam beberapa hari yang lalu, ia belum sempat rekreasi bersama karena disibukkan urusan persiapan pesta pernikahan. Sangat wajar kalau sang adik rindu, rindu berkumpul & melakukan aktifitas santai sekeluarga).. Obrolan agak panas pun terjadi.. Hm… Sang ibu mertua menasihati besannya tentang pantangan orang yang baru saja menikah.. Kurang lebih seperti ini dialognya :

Ibu mertua : “Sekarang hari minggu kan?” (sambil berfikir, menghitung…) “ndak, ndak boleh pergi”.. Sekarang itu hari Minggu Pahing, hari naas,., ndak boleh pergi pokoknya, apalagi ini belum 40 hari, yen manten anyar iku ora oleh bepergian sebelum 40  hari.” 

Ayah kandung : “Pangapunten, Minggu Pahing hari naas itu maksudnya bagaimana to bu?”

Ibu Mertua  :  “Minggu Pahing itu hari meninggalnya suami saya, bapaknya menantu sampean. Jadi ya di rumah saja, ndak boleh pergi di hari tersebut, takutnya nanti terjadi apa-apa.”  Terus tambahan lagi, kalau sudah jadi anggota keluarga disini juga ndak boleh bepergian di hari Rabu Wage,.. itu juga hari naas,..”

Saat si ibu mertua beranjak pergi ke belakang,.. Anak sulung sang Ayah yang baru menikah pun bercerita,  ya,.. bercerita tentang pengalamannya beberapa hari tinggal di rumah suaminya; “Disini itu setiap hari Kamis sore (malam Jum’at), pekarangan rumah sudah harus disapu bersih, katanya untuk menyambut almarhum bapa yang mau berkunjung,.. Kemudian si ibu menyiapkan segelas kopi & ditaruhnya diatas meja,  untuk hidangan si Bapa yang mau datang. Selain pekarangan yang disapu bersih, ba’da Ashar semua penghuni rumah harus sudah resik,sudah mandi, ya lagi-lagi untuk menyambut kedatangan si Bapa. Menjelang  Magrib semua penghuni rumah harus  segera keluar, karena rumah harus dalam keadaan kosong, untuk apalagi kalau bukan untuk menyambut kedatangan si Bapa. Jadilah semua yang tinggal di rumah pergi ke surau dan baru pulang lepas Isya.” 

Sang Ayah juga kedua adiknya hanya mesem-mesem, geleng-geleng kepala… Dalam hatinya mungkin terbesit “Kasian sekali ya anak sulungku ini, baru beberapa hari jadi menantu saja sudah dilarang ini, dilarang itu, harus begini harus begitu…”. Singkat cerita, demi menjalin ukhuwah dan menghindari percekcokan, juga menjaga perasaan ibu mertua, sang anak sulung mengalah tak jadi pergi….

*****

Ya… Begitulah potret sebagian masyarakat kita.. Masih terbelenggu tradisi adat yang tanpa disadari membuat distorsi dalam aqidah…! Pe eR kita bersama untuk sedikit demi sedikit mengikis kebiasaan ini… Tentunya dengan sebaik-baik cara…       “Bil hikmah wal mauidhoh hasanah”…..^_^

Selalu ada hikmah dalam setiap peristiwa.. Sekecil apapun itu…

Selalu ada manfaat dalam setiap kebaikan, sekecil apapun kebaikan itu,…

Selalu ada keceriaan, kebahagian, dalam sebuah pertemuan, ya pertemuan dengan saudara-saudara seiman, pertemuan dengan saudara-saudara yang mengikrarkan diri hidup di jalan dakwah…..

Selalu ada kesan dalam setiap rangkaian usaha menjalin eratnya ukhuwah…..

Kemudian, rindu itupun datang…. ya….! Rindu pada senyuman saudari-saudariku nun jauh di seberang pulau sana…. Saudari-saudari yang dulu kutemui di setiap pekan!! Tentang nasihat,canda tawa, juga tentang indahnya berbagi beban bersama…..

Do’a,…. ya, ya, do’a… itu hal terbaik yang kini bisa aku lakukan untuk mereka….Semoga mba, teteh-teteh, kakak-kakak, juga ibu senantiasa dalam lindungan Alloh SWT…..Aamiin,,,,

:( Mumetttddd…. Suntukkkkk….Pusing,……!! CIYUSSS???

Mumet!!Suntuk!!! Pusing???

Apa yang temen-teman lakukan ketika virus-virus di atas datang menyerbu???… Sebagai seorang manusia yang normal, maka hal yang normal jika dalam suatu waktu kita dihadapkan pada posisi yang “Mumet”, “bingung”, “pusing”…. Yupz,,,,, mungkin karena beban pekerjaan, problem keluarga, banyaknya aktivitas, atau amanah yang menunggu diselesaikan, hmmm… yang terkadang membuat kita seakan memikul sebuah gunung yang sedemikian besarnya…… Dan… akhirnya virus itu pun menyerbu… “cenut-cenut-cenut….”.. terkadang   kita secara reflek garuk-garuk kepala, padahal sebenarnya kepala kita sama sekali sedang tidak gatal?? (yang kata orang Sundanya mah “gagaro tapi teu ateul,…..^_^, ngga nyambung ya??? Ya maklum namanya juga lagi suntuk…)

Teyuss….,… yang pastinya saya pribadi tentunya juga terkadang dihadapkan pada kondisi seperti ini……. So,….. biar mood segera menjadi baik…>>>>> kira-kira inilah yang saya lakukan:

>> Segera berwudlu (biar bisikan2 syetan ogah mampir di telinga kita)

>> Senyum…….^_^,,  (Ciyus…., hal sederhana ini bisa merubah mood!!! Ga’percaya, coba aja ndiri….^_^)

>> Kalo ngga memungkinkan untuk baca Qur’an (karena ada aktivitas yang dikerjakan/ada tugas yang sedang diselesaikan), bisa muroja’ah hafalan /dengerin murotal….^_^

>> Hmm…. selalu sediakan buah-buahan/makanan ringan + air mineral yang cukup … (mumet itu kan berarti otak kita sedang bekerja= berfikir!! So, sediakanlah sumber energi yang baik biar bisa bekerja dengan potimal, eh 0ptimal…^_^)

>> Tarik nafas perlahan,… tahan,…hembuskan… hhhhhhhhhh……….hmmmmmmmm…>>> Lumayan lega kan?? (tentunya penting juga agar kita berada di tempat/ ruangan dengan sirkulasi udara yang baik, biar kita ngga semakin mumet, biar kita ngga kehabisan nafas, biar otak kita mendapat pasokan oksigen yang cukup…, biar…..)

>> Menulis……. (Haha…. seperti yang sedang saya lakukan sekarang,.. menulis artikel singkat  ini,…^_^, Yupz judulnya curu-curu, eh curi-curi ….!!! Ya, curi-curi waktu di tengah sibuknya otak yang sedang berjuang menemukan solusi….) Jadi ketauan  dech,…!! Tapi ciyus,… Alhamdulillah, sekarang udah ngga semumet tadi,…yes, yes, yes…. >>

End then,…. sekarang tiba saatnya untuk …>>>”makan”, ya ya makan….. laper…(pan udah dibilangin, mumet itu mikir, mikir itu menguras energi otak, menguras energi itu ya… bikin laper….!!  Alhamdulillah di kulkas masih ada mangga..^_^)… Setelah itu dilanjut mikir lagi,… sambil ngetik-ngetik lagi,.. nyicil nyelesein tugas2 lagi…. Ditemani murotal juz 29+30, yang volumenya harus dibesarkan  biar ngga kalah dari suara hujan deras yang sedang mengguyur……

Oya,… terakhir kalo perlu teman curhat, sebaik baik teman curhat adalah…..>>> teman curhatnya nabi Ya’qub AS saat ia sedang dilanda rindu yang demikian hebat pada putra tercintanya Yusuf AS >> “..Sesungguhnya hanyalah kepada Alloh aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku…” (Innamaa asykuu batstsii wa huznii ilallooh…, QS.Yusuf :86)…

^_^

14:59

10 November 2012

@Dormitory bersama rintik-rintik hujan….

Memanage waktu???? Perlu ngga sih??

Curhatan seorang aktivis : “Hmmm…. bukan kali pertama aku mengalami hal seperti ini…
ada beberapa agenda penting di waktu yang bersamaan,……
Kalau sudah begini,… rasanya ingin membelah diri saja…..” (huek-huek amoeba xalie…membelah diri…!!!)

Ternyata memanage waktu itu susah-susah gampang,… sudah di manage saja terkadang masih kerepotan,… apalagi kalau tidak dimanage sama sekali,… pasti ujung-ujungnya berantakan….. Hidup kita jadi tidak terarah,.. disibukkan hal yang remeh temeh, lupa pada goal-goal yang sudah ditetapkan,akhirnya hidup kita biasa-biasa aja, stagnan tak ada peningkatan,.. Ya,.Itulah sebagian akibat kalau kita lupa untuk memanage waktu dengan baik….

So,…. bagaimana caranya agar waktu bisa kita gunakan seoptimal mungkin…..?
Simple…. caranya ya berlatih & terus berlatih…..
Tentunya pertama-tama yang harus kita lakukan adalah membuat Goal-goal terlebih dahulu, merujuk pada tujuan akhir… Seperti yang disarankan oleh Om Sean Covey penulis “The 7 Habits of Highly Efective Teens” (salah satu buku favoritku jaman sekolah dulu,….^_^….)
Oy, sebelum dilanjut numpang iklan dulu ah,… buku ini recomended banget buat para ABG, remaja/remaji, isinya membahas 7 kebiasaan Remaja yang efektiv. Sedikit ringkasannya >>
1. Jadilah Proaktif, bertanggung jawab atas hidupmu sendiri,…
2. Merujuk pada tujuan akhir, mulailah mengingat-ingat tujuan akhirmu, definisikan misi & sasaran hidupmu…..
3. Dahulukan yang utama, susunlah prioritas & dahulukan hal-hal yang penting…
4. Berfikir menang/menang,… win-win solution bahasa kerennnya…
5. Berusaha memahami terlebih dahulu, jadilah npendengar yang baik & tulus…
6. Wujudkan sinergi,.. bekerja samalah agar mencapai hasil lebih baik…
7. Asahlah gergaji,…perbaharuilah dirimu secara berkala…..
Meski terbitnya udah dari bertahun-tahun yang lalu, bukunya insyaAlloh ga ngebosenin hampir di setiap halamannya ada karikatur lucu yang siap menghibur kita. Ada kuisnya juga di akhir setiap bab,.. My lovely sist aja yang sama sekali ngga hobby baca,.. bisa nyelesein buku tebel ini kurang dari 1 pekan (ini prestasi banget lo, cz dari zaman SMP dulu ampe sekarang baru 1 buku itulah yang berhasil dia baca detail sampe halaman terakhirnya…….,hiperbola dikit lah, tapi da emang kenyataannya kaya gitu,..he…:). Oy, buat yang berminat baca buku ini, nyarinya jangan di pasar ikan yah… langsung aja dateng ke toko buku-toko buku terdekat, atau order di online shop juga boleh…. Jaman tahun 2003-an dulu mah harganya 75rb,..ngga tau deh sekarang berapa……Kalo kekurangan buku ini, berhubung penulisnya non muslim, so… ngga ada rujukan ayat al-Qur’an/hadits di dalamnya..

Hm…. lanjut….
Setelah menetapkan goal,menyusun prioritas,… tiba saatnya untuk mendesain jadwal,…..Buat sedetail mungkin,… dari jadwal tahunan, bulanan, pekanan, harian,…bla…bla…bla….
Kalo desain jadwalnya sudah beres,… langkah selanjutnya ya… patuhilah semua yang sudah kita tuliskan…..
“Fa idza ‘azzamta fa tawakkal ‘alalloh”…,kalau sudah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Alloh,…. Hasil mah urusan belakangan yang penting kita berikhtiar dulu semampu yang kita bisa….
Pokoknya buat kita-kita yang sudah berikrar diri menjadi Muslim/Muslimah mesti ada kemajuan dari waktu ke waktu,… Hari ini harus lebih baik dari kemarin, pun hari esok harus lebih baik dari hari ini….. Apalagi tempat perhentian kita bukan di dunia,… masa depan sesungguhnya adalah akhirat,……

Jadi,…. Yuk berfastabiqul khoirot,……
Bagaimana??? Sia….p??

Menghalau Virus GAlau

MENGHALAU VIRUS “GALAU”

 

GALAU-GALAU, GALAU-GALAU, GALAU-GALAU…………………. !!!!! (hmmmm………….. galau dech, dari tadi cape2 teriak galau-galau, tpi ngga ada yg mo beli……., hiks3x)……

____________________________________________________

 

Apa kbrnya hari ini ? Apakah ada diantara Sobat2 semua yang saat ini hatinya lagi…….”GALAU???”

Kalau ada, alhamdulillah…., sesuatu bangetsss…..(Koq alhamdulillah? Tega amat????)

Iya donk, sebab bentar lagi Sobat2 semua bakal nemuin VAKSIN yang DiJAMIN SupER DupeR ManJuR buat ngusir virus yang satu ini…..

Mo tau ?????????…………………..(mau,mau,mau…)

 

Taukah sobat bahwa ternyata virus “GALAU” sudah menjangkiti manusia sejak berabad-abad silam. Bahkan, ada salah seorang Sahabat Rosululloh SAW turut terjangkit virus ini. Nggak Percaya?????

Coba dech simak baik2 hadits berikut ini :

 

Dari Abu Sa’id Al Khudri ra. Berkata : “Suatu hari Rosululloh Muhammad SAW masuk masjid. Tiba-tiba beliau jumpai seorang Anshor yang bernama Abu Umamah. Rosululloh Muhammad SAW bertanya, “Wahai Abu Umamah, mengapa kamu duduk di masjid di luar waktu-waktu sholat?”. Abu Umamah ra menjawab, “Karena keGALAU-an yang melanda hatiku dan hutang-hutangku wahai Rosululloh”. Rosululloh Muhammad SAW bersabda : “Bukankah aku telah mengajarimu beberapa bacaan, yang bila kau baca niscaya ALLOH akan menghilangkan rasa GALAU dari dirimu dan melunasi hutang-hutangmu?”. Abu Umamah berkata : “ Betul, wahai Rosululloh”. Rosululloh bersabda, Ketika pagi & sore ucapkanlah : “ALLOHUMMA INNI A’UDZUBIKA MINAL HAMMI wal HAZAN, wa A’UDZUBIKA MINAL’AJZI wal KASAL, wa A’UDZUBIKA MINAL JUBNI wal BUKHL, wa A’UDZUBIKA min GHOLABATIDDAINI wa QOHRIRRIJAAL”. Kemudian aku melakukan perintah tadi, maka ALLOH menghilangkan rasa GALAU dari diriku dan melunasi hutang-hutangku.” (HR.Abu Dawud)

 

Dari hadits diatas, kita bisa ambil kesimpulan kalau ternyata GALAU itu manusiawi banget. But,ngga usah khawatir, ternyata Rosululloh sudah memberikan vaksin ampuhnya. Tinggal diri kitanya aja, mau mengamalkan atau nggak?

Sooo…….. sudah dapet kan resepnya?????

Masih belum jelas juga????

Sok atuh, nih sekalian disimak juga terjemah do’anya:

 

“Ya Alloh, aku berlindung kepadamu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari tekanan hutang & kesewenang-wenangan orang.”

 

InsyaAlloh, jika do’a ini istiqomah qt amalkan,maka GALAU bisa qt HALAU……

Jadi, udah ngga GALAU lagi kan?????…….

(Hore, hore, hore,,,J)

 

Mdh2n bermanfaat………………..