“Tips & Trik Menghafal Al-Qur’an” @ Kajian sore X-Team

kajian sore publish - Copy Hari/Tanggal  : Selasa, 27 Muharrrom 1434/11 Desember  2012

Nara Sumber   : Ust.Suntama Putra

Tempat           :  Aula P.21

Ketika kita menghafal Al-Qur’an, sejatinya kita juga sedang mempersiapkan mahkota kemuliaan untuk kedua orang tua kita di Surga kelak. Bukankah ini juga termasuk “Birul Walidain?”. Subhanalloh, betapa mulianya para penghafal Qur’an. Bukan itu saja, banyak sekali keutamaan untuk para penghafal Qur’an, salah satunya seperti hadits berikut ini :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Alquran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada sahabatya.” (HR. Muslim).

Lantas, apakah sekarang kita sudah menjadi “Sahabat Al-Qur’an”  atau baru sekedar berteman saja?? Dalam Bahasa Arab, ada beberapa padanan kata yang berarti teman/sahabat. Padanan kata tersebut adalah :    صديق atau زمل (yang berarti teman, teman biasa), berbeda dengan صحب  (bentuk mufrod dari أَصْحَابِ  dalam hadits di atas yang berarti sahabat yang lebih dari sekedar teman, ia membersamai kita dalam suka maupun  duka). Maka, beruntunglah bagi para “Sahabat Al-Qur’an” , yaitu bagi mereka yang mereka yang berhasil melewati 4 tahap berinteraksi dengan Al-Qur’an ;

  1. Membacanya
  2. Memahaminya
  3. Menghafalnya
  4. Mengamalkannya

*****

Menghafal Al-Qur’an membutuhkan ijtihad yang SUPER….

TIPS :

  1. Niat/ Azzam yang kuat. Sebagaimana hadits yang begitu mahsyur ;             إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .                                                                                                                                                                                                                                                                                                             “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (HR.Bukhori-Muslim).  
  2. Aplikasi
  3. ISTIQOMAH ; Istiqomah adalah kesabaran luar biasa yang mudah diucapkan, namun sulit untuk diamalkan. Istiqomah bukan berarti stagnan mengamalkan yang itu-itu saja. Istiqomah itu dinamis, artinya kita senantiasa berikhtiar untuk terus menerus menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Hari esok harus lebih baik dari hari ini. Begitupun hafalan kita, kalau kita sudah mampu istiqomah menghafal 5 ayat per hari, maka alangkah lebih baik jika kita berusaha menambahnya menjadi 10 ayat per hari, dst.

******

Berikut ini TRIK ala nara sumber yang merupakan pengalaman pribadi beliau hingga Alhamdulillah, dalam waktu 1 tahun 8 bulan, beliau berhasil mengkhatamkan hafalan 30 juz Al-Qur’an :

  1. Dibaca berulang kali, Biasakan lidah kita untuk berinteraksi/mengenal ayat tersebut. Kalau sudah terbiasa membaca, menghafal insyaAlloh menjadi sangat mudah. Bacalah minimal 10x sebelum kita beranjak ke ayat berikutnya.
  2. Mengingat letak ayat
  3. Memahami makna / terjemahnya

Banyak  metode yang digunakan dalam menghafal Qur’an. Ada yang dengan cara membacanya berulang-ulang, menuliskan kemudian baru dihafal, mencari arti/terjemah ayat, dsb. Namun, perlu difahami, bahwa metode/cara menghafal setiap individu itu berbeda.  Tidak ada yang perlu diperdebatkan, metode hanyalah faktor eksternal yang masing-masingnya punya kelebihan & kekurangan. Inilah asyiknya menghafal Al-Qur’an. Yang paling penting, carilah yang benar-benar pas untuk kita amalkan karena faktor paling utama adalah faktor internalnya, yaitu niat kita, ‘azzam kita, serta keistiqomahan kita.

Wallohu ‘alam bishowab..

NB :

  • Bagi para akhwat yang sedang udzur, jangan khawatir, udzur bukan berarti putus interaksi dengan Al-Qur’an. Masih diperkenankan untuk murojaah hafalan, membaca tafsir, atau mendengar murotal….^_^
  • Selamat Menghafal…..^_^
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s