Pe eR kita………..

Ini kisah nyata lo, gara-gara obrolan siang  tadi….

Balada Pengantin Baru….

Seorang perempuan muda yang baru beberapa hari menikah & tinggal di rumah suaminya mendapat kunjungan dari keluarganya , ayah tercinta & 2 orang adik kandungnya. Obrolan hangat segera terjalin di antara 2 keluarga ini. Sampai pada saat sang adik mempelai perempuan itu meminta izin untuk mengajak kakaknya bepergian sejenak, jalan-jalan keluarga karena beberapa hari lagi sang adik hendak kembali ke tempat bekerjanya yang nun jauh di seberang pulau sana (semenjak pulkam beberapa hari yang lalu, ia belum sempat rekreasi bersama karena disibukkan urusan persiapan pesta pernikahan. Sangat wajar kalau sang adik rindu, rindu berkumpul & melakukan aktifitas santai sekeluarga).. Obrolan agak panas pun terjadi.. Hm… Sang ibu mertua menasihati besannya tentang pantangan orang yang baru saja menikah.. Kurang lebih seperti ini dialognya :

Ibu mertua : “Sekarang hari minggu kan?” (sambil berfikir, menghitung…) “ndak, ndak boleh pergi”.. Sekarang itu hari Minggu Pahing, hari naas,., ndak boleh pergi pokoknya, apalagi ini belum 40 hari, yen manten anyar iku ora oleh bepergian sebelum 40  hari.” 

Ayah kandung : “Pangapunten, Minggu Pahing hari naas itu maksudnya bagaimana to bu?”

Ibu Mertua  :  “Minggu Pahing itu hari meninggalnya suami saya, bapaknya menantu sampean. Jadi ya di rumah saja, ndak boleh pergi di hari tersebut, takutnya nanti terjadi apa-apa.”  Terus tambahan lagi, kalau sudah jadi anggota keluarga disini juga ndak boleh bepergian di hari Rabu Wage,.. itu juga hari naas,..”

Saat si ibu mertua beranjak pergi ke belakang,.. Anak sulung sang Ayah yang baru menikah pun bercerita,  ya,.. bercerita tentang pengalamannya beberapa hari tinggal di rumah suaminya; “Disini itu setiap hari Kamis sore (malam Jum’at), pekarangan rumah sudah harus disapu bersih, katanya untuk menyambut almarhum bapa yang mau berkunjung,.. Kemudian si ibu menyiapkan segelas kopi & ditaruhnya diatas meja,  untuk hidangan si Bapa yang mau datang. Selain pekarangan yang disapu bersih, ba’da Ashar semua penghuni rumah harus sudah resik,sudah mandi, ya lagi-lagi untuk menyambut kedatangan si Bapa. Menjelang  Magrib semua penghuni rumah harus  segera keluar, karena rumah harus dalam keadaan kosong, untuk apalagi kalau bukan untuk menyambut kedatangan si Bapa. Jadilah semua yang tinggal di rumah pergi ke surau dan baru pulang lepas Isya.” 

Sang Ayah juga kedua adiknya hanya mesem-mesem, geleng-geleng kepala… Dalam hatinya mungkin terbesit “Kasian sekali ya anak sulungku ini, baru beberapa hari jadi menantu saja sudah dilarang ini, dilarang itu, harus begini harus begitu…”. Singkat cerita, demi menjalin ukhuwah dan menghindari percekcokan, juga menjaga perasaan ibu mertua, sang anak sulung mengalah tak jadi pergi….

*****

Ya… Begitulah potret sebagian masyarakat kita.. Masih terbelenggu tradisi adat yang tanpa disadari membuat distorsi dalam aqidah…! Pe eR kita bersama untuk sedikit demi sedikit mengikis kebiasaan ini… Tentunya dengan sebaik-baik cara…       “Bil hikmah wal mauidhoh hasanah”…..^_^

Iklan

2 thoughts on “Pe eR kita………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s